DIABETES MELLITUS (DM) DAN COVID-19
KLASIFIKASI DIABETES MELLITUS (DM)
- Tipe 1 yaitu destruksi sel beta pankreas, umumnya berhubungan dengan defisiensi insulin absolut.
- Tipe 2 yaitu klasifikasi DM yang bervariasi, mulai yang dominan resistensi insulin relatif sampai yang dominan defek sekresi insulin disertai resistensi insulin.
- Diabetes melitus gestasional yaitu diabetes yang didiagnosis pada trimester kedua atau ketiga kehamilan dimana sebelum kehamilan tidak didapatkan diabetes.
- Tipe spesifik yang berkaitan dengan penyebab lain yaitu klasifikasi DM yang dapat disebabkan oleh
- Sindroma diabetes monogenik (diabetes neonatal, maturity – anset diabetes of the young (MODY)
- Penyakit eksokrin pankreas (fibrosisi kistik, pankreatitis)
- Disebabkan oleh obat atau zat kimia (misalnya penggunaaan glukokortikoid pada terapi HIV/AIDS atau setelah transplantasi organ)
COVID-19
Varian terbaru Covid-19 yaitu Omicron dengan daya penularan lebih cepat dibandingkan dengan jenis varian sebelumnya seperti Alpha, Beta, dan Delta. Varian omicron memiliki kemampuan bereplikasi sebesar 70 kali lipat lebih cepat pada sel saluran pernapasan dibandingkan varian delta. Tingkat keparahan Covid-19 tidak hanya ditentukan oleh laju replikasi virus, namun juga faktor lain misalnya respon imun host (DM).
COVID-19 dan DM
Pada Penderita SARS-Cov 2 dengan DM mengalami penurunan limfosit absolut. Berikut merupakan rekomendasi penderita DM cegah Covid-19:
- Sering mencuci tangan dengan air mengalir atau Handsanitizer
- Hindari menyentuh wajah, hidung, mata, dan bagian wajah
- Hindari menyentuh permukaan yang sering disentuh di tempat umum lift, gagang pintu, pegangan pintu) atau gunakan tisu
- Rutin membersihkan dan disinfeksi rumah terutama pada permukaan yang sering disentuh
- Penderita DM harus tinggal di rumah dan menjaga jarak. Kurangi paparan terhadap orang sakit dan mereka yang berpotensi sebagai karier virus.
- Jika terpaksa keluar rumah maka pastikan untuk selalu menggunakan masker berstandar nasional (SNI) dengan bahan dasar kain.
- Teruskan konsumsi obat oral maupun injeksi.
- Tetap jaga pola makan yang sehat dan seimbang. Hal ini harus diimbangi dengan olahraga yang cukup
- Cek gula darah secara teratur, memperhatikan tanda-tanda gula darah yang meningkat
- Perbanyak minum air putih bila tidak dibatasi oleh dokter.
- Hubungi dokter yang merawat untuk instruksi selanjutnya termasuk vaksin
(PKRS RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara, disampaikan oleh dr. Damar Mashkhun Rizqi, Sp.PD saat kegiatan pertemuan paguyuban diabetesi)








